9 Tips Membeli Smartphone Android Bekas Agar Aman dan Tidak Tertipu

Smartphone bekas header

Kini smartphone Android menjadi perangkat yang tidak dapat terpisahkan daripada mana seseorang sebab fungsinya bisa membantu aksi sehari-hari, komunikasi jarak jauh, sampai hiburan.

Selama tersebut, beberapa orang memilih untuk membeli smartphone Android bekas dibandingkan segar sebab harganya lebih murah. Namun pada membeli smartphone Android bekas pula kudu berhati-hati sebab terkadang penjualnya tidak jujur dan keadaan smartphone telah tidak bagus lagi.

Walaupun tampilan luar atau potongan smartphone ini masih mulus, terkadang komponen hardware pada maupun software telah tua. Untuk tersebut, agar Gadgeter tidak menyesal pada smartphone Android bekas oleh karena itu bisa tahu tips-tips penting dalam situ lembah ini :

9 Tips Membeli Smartphone Android Bekas

Ketahanan spesifikasi

Pra membeli smartphone bekas, sebaiknya Gadgeter tahu dulu spesifikasi hardware yang dimilikinya. Apakah masih bagus untuk dipakai kaum tahun ke depan sebab walaupun harganya menjadi murah, namun kita lazimnya kudu tetap menabung untuk membeli smartphone Android ini.

Pada tahun 2017 ini sebaiknya Gadgeter memilih smartphone bekas secara RAM 3 GB ke kepada dan storage internal 32 GB ke kepada sebab secara spesifikasi hardware ini bisa memproduksi Gadgeter nyaman pada menjalankan bentuk operasi, software, maupun menyimpan file.

Selain tersebut, perhatikan prosesor atau chipset yang dimiliki smartphone bekas ini. Apakah famili menengah maupun kepada. Sebaiknya Gadgeter tidak membeli smartphone famili lembah sebab hendak lekas tua dan kerap lag.

Kaum chipset atau prosesor yang telah bagus dalam situ tahun 2017 ini berisi daripada mana famili menengah (Snapdragon 625, Snapdragon 630, Snapdragon 660, Kirin 695, MediaTek Helio P23, dan lainnya) dan famili kepada (Snapdragon 835, Snapdragon 821, Exynos 8895, Kirin 970, Kirin 960, dan lainnya). Usahakan tidak terlalu lambat chipset tersebut supaya dapat mendukung game maupun software segar.

Dukungan Software

Untuk smartphone masa kini sebaiknya Gadgeter tahu bentuk operasi yang telah Android 7.0 Nougat ke kepada dan paling utama bisa ditingkatkan menjadi Android 8.0 Oreo. Namun jikalau ingin murah lagi kiranya dapat mencari smartphone bekas berbasis Android 6.0 Marshmallow.

Smartphone resmi Google (Pixel, Pixel XL, Pixel 2, Pixel 2 XL) dan smartphone Android One (Mi A1, Moto X4, HTC U11 Lite) memiliki update bentuk operasi Android yang terdepan dan jangka lambat. Selain tersebut, smartphone flagship maupun famili menengah, mirip Samsung Galaxy S8, Galaxy S8+, Galaxy Note 8, LG V30, Huawei Mate 10 , ASUS Zenfone Zoom S, Huawei P10, Galaxy A7 2017, dan lainnya pula lazimnya memperoleh update bentuk operasi terbaru.

Bertanya sesuatu penting pada penjual

Pra membeli, tersedia baiknya Gadgeter bertanya-tanya sesuatu penting kepada penjual smartphone Android bekas supaya tidak kecewa dalam situ lalu hari. Lazimnya Gadgeter bisa bertanya mengenai lambat pemakaian, apakah sempat jatuh, apakah sempat di-service, potongan cacatnya, apakah bentuk operasi bekerja secara indah, apakah smartphone resmi, dan masih banyak lagi.

Transaksi langsung penjual dan pembeli

Dibandingkan secara kirim paket melalui kurir, sebaiknya Gadgeter dan penjualnya bisa saling bertemu langsung pada transaksi smartphone Android bekas. Sesuatu ini dikerjakan supaya Gadgeter dapat tahu secara langsung keadaan dan fitur barang yang dibelinya supaya tidak tertipu.

Cek keadaan fisik smartphone

Gadgeter bisa meminta foto-foto seluruh potongan potongan smartphone kepada penjualnya, supaya dapat tahu apakah tersedia cacat atau tidak. Selama tersebut, hendak lebih senang lagi jikalau Gadgeter melaksanakan transaksi langsung secara penjual sehingga dapat melihat-lihat keadaan potongan smartphone oleh emas tempawan kepala otonom.

Cek kelengkapan

Lazimnya banyak smartphone Android bekas yang dijual dalam situ Nusantara tidak memiliki kelengkapan paket penjualan, mulai daripada mana kartu garansi, buku panduan, kabel petunjuk USB, adapter charger, emblem ejektor, dan masih banyak lagi Untuk tersebut, Gadgeter bisa bertanya sepuas kiranya kepada penjualnnya apakah paket daripada mana smartphone lengkap atau tersisa beberapa. Kiranya bahwa yang hilang emblem ejektor dan panduan dapat dimaklumi. Namun jikalau yang telah tidak tersedia ialah adapter charger oleh karena itu hendak cukup menyusahkan sebab lazimnya membeli yang original cukup mahal.

Cek garansi, keaslian, dan keresmian

Pada ketika sedang melaksanakan diskusi secara penjual smartphone Android bekas, sebaiknya Gadgeter bisa menanyakan dulu garansinya apakah resmi atau tidak. Lalu kemudian, segar menanyakan apakah smartphone Android ini masih memiliki garansi atau telah habis. Sebab garansi resmi dan sisa garansi, pasti saja menguntung Gadgeter malahan tatkala dibeli secara harga yang murah.

Lalu kemudian, Gadgeter bisa meminta nomor IMEI untuk mengecek apakah smartphone Android bekas yang hendak dibeli ini adalah barang sah atau gadungan dan resmi atau tidak sebab barang resmi lebih gampang untuk diklaim dan dibawa ke service center resmi Nusantara.

Cek Apakah Fitur Smartphone Berfungsi Seluruh

Lazimnya keadaan smartphone Android bekas tidak diketahui secara jelas oleh pembelinya. Untuk tersebut, pada ketika transaksi secara penjual oleh karena itu pembeli bisa mengecek apakah fitur-fitur smartphone masih berfungsi secara indah, mulai daripada mana tombol fisik, kamera, gesture, bentuk operasi, software, LED notifikasi, dan masih banyak lagi.

Harga

Langkah yang menyimpangkan penting dikerjakan pada membeli smartphone Android bekas ialah tahu kesesuaian harga yang ditawarkan secara spesifikasi hardware, keadaan fisik, kelengkapan, dan fitur yang dimiliki sesuai atau tidak. Gadgeter bisa bertanya secara sahabat yang berpengalaman seputar smartphone untuk mengetahui harga seharusnya daripada mana smartphone yang hendak dibeli. Atau pula dapat tahu harga bekas yang menjadi patokan.

Kesimpulan

Semoga secara kaum tips yang dihadirkan oleh kru Gadgetren ini bisa memudahkan Gadgeter untuk membeli smartphone Android bekas yang terjangkau, berkualitas, dan bisa dimanfaatkan secara jangka saat yang lambat.

Reply